Ikatan perawat kesehatan jiwa indonesia menjawab tantangan kesehatan jiwa di masa depan dengan menyelenggarakan rapat Pimpinan Nasional di Hotel Swissbellcourt Gading Serpong pada Rabu, 26 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas isu isu kesehatan jiwa nasional serta penyelarasan kinerja dan rencana strategis IPKJI kedepannya. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Pengurus Pusat Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia, Dr. Ns. Heni Dwi Windarwati, M. Kep., Sp. Kep.J sekaligus menyampaikan paparan tentang Akselarasi IPKJI dalam mewujudkan transformasi strategis untuk pengembangan organisasi dan Keilmuan keperawatan Jiwa. Kegiatan ini juga melibatkan seluruh pengurus wilayah IPKJI di seluruh provinsi di Indonesia. Ketua PP IPKJI memaparkan tentang enam pilar penggerak kemajuan IPKJI yang meliputi Optimalisasi Tata Kelola Organisasi, Inovasi dan pengembangan dalam Pendidikan dan Pelatihan, perluasan hubungan kerjasama, penyusunan prioritas riset serta publikasi informasi dan komunikasi, peningkatann pelayanan keperawatan jiwa, serta perumusan prioritas kesejahteraan perawat jiwa di Indonesia. Materi paparan ditutup dengan beberapa stimulus konsep yang akan menjadi bahasan di rapat pimpinan dengan tema strategis nasional dan dibahas melalui metode sidang pleno untuk melahirkan rekomendasi kebijakan yang akan digunakan sebagai bahan penyusunan Policy Brief guna mendukung peran serta perawat jiwa sebagai garda utama pelayanan kesehatan jiwa di indonesia. Rapat Pimpinan Nasional IPKJI tahun ini juga menghadirkan salah satu Dewan Pakar IPKJI yaitu Prof. Achir Yani Syuhaimie Hamid M.N., D.N.Sc. yang tentu juga memberikan arahan pakar melalui materi yang berjudul Sinergi Bidang Ilmu Keperawatan Jiwa dengan Cabang Ilmu Keperawatan Lain. Prof Achir Yani menegaskan bahwa keperawatan jiwa menjadi pondasi dalam pelaksanaan layanan kesehatan secara komprehensif, karena tidak ada kesehatan tanpa kesehatan Jiwa. Beliau juga memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh perwakilan dari Pengurus Wilayah IPKJI di seluruh indonesia, bahwa perawat jiwa memiliki tantangan yang berat namun mulia peran sertanya. Kegiatan Rapat Pimpinan Nasional ditutup dengan penyusunan rekomendasi kebijakan yang diserahkan kepada PP IPKJI yang akan menjadi dasar penyusunan policy brief dalam mendukung kebijakan kesehatan jiwa yang berkualitas dan bermartabat.

